Senin, 22 Agustus 2016

Cara Menghitung Jarak Titik ke Titik, Garis, dan Bidang


Cara Menghitung Jarak Titik ke Titik, Garis, dan Bidang

Tahukah kalian berapa panjang diagonal ruang dan diagonal bidang pada sebuah rubik? Untuk bisa menjawabnya kalian harus memahami konsep serta rumus mencari diagonal bidang dan diagonal ruang. Panjang diagonal bidang dan diagonal ruang adalah panjang jarak dari titik ke titik yang ada di dalam sebuah kubus. Di dalam postingan kali ini Rumus Matematika Dasar akan membahas hal tersebut. Simak baik-baik penjelasannya berikut ini:

Cara Menghitung Jarak Titik ke Titik, Garis, dan Bidang

Ada tiga buah kemungkinan yang terjadi untuk kedudukan titik terhadap titik, garis, ataupun bidang, yaitu:

JARAK TITIK KE TITIK YANG LAIN

Coba kalian amati gambar berikut ini:
Cara Menghitung Jarak Titik ke Titik, Garis, dan Bidang
Pada gambar tersebut terdapat dua buah titik, yaitu titik A dan titik B. Jarak dari kedua titik tersebut dapat kita tentukan dengan cara menghubungkan titik A dan titik B dengan sebuah garis. Panjang garis itulah yang menentukan jarak kedua titik tersebut. Sehingga, jarak dari titik A dengan titik B merupakan panjang ruas garis yang menghubungkan keduanya.
Perhatikan contoh soal di bawah ini:
Contoh Soal 1:
Perhatikan gambar kubus ABCD.EFGH berikut ini:
Cara Menghitung Jarak Titik ke Titik, Garis, dan Bidang
Apabila panjang rusuk pada kubus diatas adalah 6 cm dan titik X adalah pertengahan antara rusuk AB. Maka hitunglah Jarak:
a. titik H ke titik A
b. titik H ke titik X
c. titik H ke titik B
d. Titik E ke titik X
Penyelesaiannya:
a.) titik H ke titik A adalah poanjang garis AH. Garis AH adalah panjang diagonal sisi pada kubus tersebut maka kita dapat menggunakan teorema phytagoras berikut ini:
AH =√(EH2 + AE2)
AH =√(62 + 62)
AH =√(36 + 36)
AH =√72
AH =6√2
b.) jarak titik H ke titik X adalah panjang garis HX. Panjang AX sama dengan setengah dari panjang rusuk AB, maka:
AX = 1/2 AB = 1/2 x 6 xm = 3 cm
dengan menggunakan teorema phytagoras:
HX =√(AH2 + AX2)
HX =√((6√2)2 + 32)
HX =√(72 + 9)
HX =√81
HX =9 cm
c.) jarak titik H ke titik B adalah panjang garis BH. Garis BH adalah panjang diagonal ruang pada kubus tersebut, oleh karenanya kita bisa menggunakan teorema phytagoras:
BH =√(AH2 + AB2)
BH =√((6√2)2 + 62)
BH =√(72 + 36)
BH =√108
BH =6√3 cm
d.) Jarak titik E ke titik X aalah panjang garis EAX. panjang AX sama dengan setengah dari panjang rusuk AB, maka:
AX = 1/2 AB = 1/2 x 6 xm = 3 cm
Dengan menggunakan teorema phytagoras:
EX =√(AE2 + AX2)
EX =√(62 + 32)
EX =√(36 + 9)
EX =√45
EX =3√5 cm

JARAK TITIK KE GARIS

Amati gambar berikut ini:
Cara Menghitung Jarak Titik ke Titik, Garis, dan Bidang
Pada gambar tersebut ada titik A dan garis g. Jarak antara titik A dengan garis g diperoleh dengan menarik haris dari titik A ke garis g, garis tersebut berhenti di titik P sehingga terciptalah garis AP yang tegak lurus terhadap garis g. jarak dari titik A ke garis g merupakan panjang dari garis AP. Sehingga, jarak antara titik dengan garis adalah panjang ruas garis yang ditarik dari titik tersebut secara tegak lurus terhadap garis tersebut.
Perhatikan contoh soal berikut ini:
Contoh Soal 2:
Perhatikan gambar kubus ABCD.EFGH di bawah ini:
Cara Menghitung Jarak Titik ke Titik, Garis, dan Bidang
apabila panjang rusuk pada kubus di atas adalah 6 cm dan titik X merupakan pertengahan diantara rusuk AB, maka hitunglah:
a. jarak titik X ke garis DE
b. jarak titik X ke garis CE
Penyelesaiannya:
Karena soal ini sama persis dengan contoh soal 1, maka akan digunakan hasil perhitungan dari contoh soal 1.
Kita buat dahulu gambar seperti ini:
Cara Menghitung Jarak Titik ke Titik, Garis, dan Bidang
a.) Jarak  titik X ke garis DE adalah panjang garis dari titik X ke titik M yang posisinya tegak lurus terhadap garis DE, seperti gambar di bawah ini:
Cara Menghitung Jarak Titik ke Titik, Garis, dan Bidang
DE = AH dan ME = ½ DE = ½ AH = ½ 6√2 = 3√2
Dengan menggunakan teorema phytagoras:
MX =√( EX2 – ME2)
MX =√((3√5)2 – (3√2)2)
MX =√(45 – 18)
MX =√27
MX =3√3 cm
b) Jarak titik X ke garis CE adalah  panjang garis dari titik X ke titik N yang posisinya tegak lurus terhadap garis CE, seperti gambar di bawah ini:
Cara Menghitung Jarak Titik ke Titik, Garis, dan Bidang
CE = BH dan NE = ½ CE = ½ BH = ½ 6√3 = 3√3
Dengan menggunakan teorema phytagoras:
NX =√(EX2 – NE2)
NX =√((3√5)2 – (3√3)2)
NX =√(45 – 27)
NX =√18
NX =3√2 cm

JARAK TITIK KE BIDANG

Perhatikan gambar berikut ini:
Cara Menghitung Jarak Titik ke Titik, Garis, dan Bidang
Di dalam gambar tersebut terdapat sebuah tiktik A dan bidang α. Jarak dari  titik A ke bidang α dapat diketahui dengan cara menghubungkan titik A secara tegak lurus dengan bidang α. Sehingga, jarak dari suatu titik ke suatu bidang merupakan jarak dari titik tersebut ke proyeksinya pada bidang itu.
Perhatikan contoh soal berikut ini:
Contoh Soal 3:
Perhatikan gambar kubus ABCD.EFGH berikut ini:
Cara Menghitung Jarak Titik ke Titik, Garis, dan Bidang
Apabila panjang rusuk kubus di atas adalah 6 cm dan titik X adalah pertengahan antara rusuk AB. Maka hitunglah jarak dari titik X ke bidang CDEF!
Penyelesaiannya:
Buatlah gambar seperti berikut ini:
Cara Menghitung Jarak Titik ke Titik, Garis, dan Bidang
Jarak titik X ke bidang CDEF adalah panjang garis dari titik X ke titik Z yang tegak lurus terhadap bidang CDEF.
XZ =  ½ AH = ½ 6√2 = 3√2 cm
Demikianlah kiranya penjelasan yang cukup panjang tentang Cara Menghitung Jarak Titik ke Titik, Garis, dan Bidang. Semoga kalian bisa memahaminya dengan baik.

Cara Menghitung Volume Limas dan Kubus


Cara Menghitung Volume Limas dan Kubus

Menghitung Volume Limas

Limas adalah bangun ruang yang alasnya bersegi banyak (segitiga, segiempat, segilima, dst) di mana sisi tegaknya memiliki bentuk segitiga yang saling berpotongan di satu titik. Titik potong itu disebut sebagai titik puncak limas. Rumus yang umum digunakan guna menghitung volume limas adalah:
V = 1/3 x luas alas x tinggi
mari langsung saja kita lihat contoh soal di bawah ini:
Contoh Soal 1:
Sebuah limas yang memiliki alas berbentuk segitiga yang panjangnya 8cm dan lebar 7cm. Apabila tinggi dari limas tersebut adalah 12cm, maka berapakah volumenya?
Penyelesaiannya:
V = 1/3 x luas alas x tinggi
karena alasnya berbentuk segitiga maka rumusnya
berubah menjadi:
V = 1/3 x (1/2 p x l) x t
V = 1/3 x (1/2 x 8 x 7) x 12
V = 1/3 x (1/2 x 56) x 12
V = 1/3 x 28 x 12
V = 1/3 x 336
V = 168 cm3
Contoh Soal 2
Sebuah limas segiempat memiliki panjang rusuk 18cm, tentukanlah volumenya!
Penyelesaiannya:
Coba kalian simak gambar berikut:
Cara Menghitung Volume Limas dan Kubus
Cara manual:
AC2 = AB2 + BC2
AC2 = 182 + 182
AC = 18√2 cm
dan
EC = ½ AC = 9√2 cm
Sekarang cari tinggi limas (ET) yakni:
ET2 = CT2– EC2
ET2 = 182 – (9√2) 2
ET2 = 162
ET = 9√2
Volume limas dapat dihitung dengan rumus:
V = (1/3)×AB×BC×ET
V = (1/3)×18×18×9√2
V = 972√2 cm3
Cara cepat:
V = (1/6)s3√2
V = (1/6)(18 cm)3√2
V = 972√2 cm3
Jadi, volume limas segiempat tersebut adalah 972√2 cm3

Menghitung Volume Kubus

Kubus adalah sebuah bidang enam beraturan dengan panjang rusuk yang sama yang tiap bidangnya memiliki bentuk persegi. Untuk menghitung volumenya biasa digunakan rumus:
 V = luas alas x tinggi
volume kubus juga dapat ditulis dengan persamaan berikut:
V = s2 × s
V = s3
Langsung saja kita belajar ke dalam contoh soal berikut:
Contoh Soal 3
Diketahui panjang diagonal ruang dari sebuah kubus adalah 24 cm. Tentukanlah volume kubus tersebut.
Penyelesaiannya:
Untuk menghitung volume kubus pertama-tama kita cari terlebih dahulu panjang sisi kubus tersebut. kalian bisa menggunakan rumus panjang diagonal ruang kubus berikut ini:
d = s√3
s = d/√3
s = 24/√3
s = 8√3 cm
Volume kubus dapat dihitung dengan rumus:
V = s3
V = (8√3 cm) 3
V = 1536√3 cm3
Jadi, volume kubus tersebut adalah 1536√3 cm3
Itulah tadi beberapa contoh soal tentang Cara Menghitung Volume Limas dan Kubus apabila kalian menemui kendala didalam memahami pembahasan di atas, silahkan sampaikan pada kolom komentar yang ada di bawah. Selamat belajar!!!

Gerhana Matahari : Pengertian, Proses, dan Jenisnya

Gerhana Matahari : Pengertian, Proses, dan Jenisnya

Salah satu fenomena alam yang terjadi selama berpuluh- puluh tahun sekali di suatu wilayah adalah fenomena atau peristiwa gerhana matahari yang merupakan fenomena alam yang menakjubkan. Ya, gerhana matahari merupakan suatu momen yang sangat langka. Gerhana matahari kedatangannya berjarak dengan rentang waktu yang lama. Dibandingkan gerhana bulan, gerhana matahari ini lebih jarang terjadi. Inilah salah satu hal yang menyebabkan gerhana matahari ini menjadi momen yang luar biasa bergarga bagi setiap orang. Alasan lain mengapa gerhana matahati ini menjadi momen yang langka dan sangat berharga adalah karena waktu terjadinya di pagi atau siang atau sore hari, sehingga akan terlihat sangat menakjubkan daripada gerhana bulan yang terjadi pada malam hari.
Pengertian gerhana matahari 
Apakah yang dimaksud dengan gerhana matahari? Gerhana matahari merupakan suatu keadaan dimana pada waktu matahari menyinari bumi, matahari tersebut tiba- tiba tertutupi oleh bulan yang juga berotasi mengelilingi bumi. Dengan kata lain gerhana matahari adalah kejadian dimana matahari tertutup oleh bulan karena pada saat itu posisi matahari, bulan, dan bumi berada pada satu garis lurus. Sehingga  ketika gerhana matahari tersebut terjadi, kondisi bumi akan gelap gulita. Meskipun gerhana matahari ini terjadi pada pasi hari, sing hari atau sore hari, namun kondisi bumi akan seperti malam hari karena tidak adanya cahaya matahari yang menyinari bumi. Hal inilah yang menjadi daya tarik tersendiri ketika terjadinya gerhana matahari. Namun terjadinya matahari ini biasanya hanya di beberapa wilayah tertentu dan kondisi bulan menutupi matahari ini hanya berlangsung beberapa menit saja. Meskipun hanya beberapa menit saja, namun momen berharga ini seringkali disambut meriah oleh banyak orang. Hal ini karena orang- orang hanya akan menemukan gerhana matahari ini sekitar puluhan bahkan ratusan tahun mendatang. Gerhana matahari merupakan momen langka yang selalu disambut meriah oleh siapa saja yang akan melihatnya.
Momen gerhana bulan meskipun hanya berlangsung beberapa menit saja namun kedatangannya sangat menakjubkan dan banyak dinanti- nantikan semu masyarakat di suatu negara yang akan terjadi gerhana matahari tersebut. Bahkan ratusan bahkan ribuan masyarakat mau menunggu saat- saat datangnya gerhana matahari ini hingga berjam- jam lamanya. Tidak hanya cukup itu, banyak warga yang rela berangkat lebih dahulu ke tempat yang strategis demi mendapatkan tempat untuk melihat secara jelas dan secara nyata prosesi berlangsungnya gerhana matahari. Bahkan ada pula turis- turis aing yang rela datang dari negara yang letaknya jauh ke negara yang mengalami gerhana matahari tersebut hanya demi melihat proses tertutupnya matahari oleh bulan ini. Hal ini sesuatu yang menadakan bahwa gerhana matahari ini sungguhlah istimewa. Lalu, bahagaimana gerhana matahari ini bisa terjadi? Dan bagaimana proses terjadinya gerhana matahari ini?

Proses Terjadinya Gerhana Matahari

Gerhana matahari terjadi ketika posisi matahari, bulan, dan juga bumi berasal dalam satu garis yang lurus. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa hal ini akan menyebabkan matahari tertutup oleh bulan karena posisi bulan yang menghalangi bumi, sehingga dari bumi sendiri cahaya matahari akan tertutupi oleh bulan baik sebagiannya saja maupun total, yakni semua cahaya matahari tertutup oleh bulan. Meskipun secara kenyataannya ukuran bulan lebih kecil daripada matahari dan juga bumi, namun bayangan dari bulan sendiri mampu melindungi cahaya matahari sepenuhnya. Hal ini dapat terjadi karena posisi bulan yang berjarak rata- rata sejauh 384.400 kilometer dari bumi yang notabebe lebih dekat bila dibandingkan jarak matahari dari bumi yang mencapai 149.680.000 kilometer. Karena jarak yang demikian selisihnya, maka bayangan bulan menutupi agungnya sinar atau cahaya mataharipun bisa terjadi.
Proses terjadinya gerhana matahari ini ada beberapa tahap. Sebelumnya akan dijelaskan mengapa posisi matahari, bumi, dan juga bulan bisa satu garis lurus. Hal ini karena bumi berevolusi mengitari matahari, dan bulan yang berkedudukan sebagai satelit bumi bergerak mengitari bumi setiap harinya atau yang dinamakan revolusi bulan. Karena sama- sama berputar atau berevolusi mengelilingi targetnya masing- masing, maka bisa saja suatu saat ketiganya berada dalam satu garis lintasan yang lurus.
Hal ini karena revolusi bulan terhadap bumi pun mempunyai leintasannya sendiri, sehingga gerhana matahari yang terjadi ini tidak melulu di suatu tempat, namun berganti- gantian tempat. Pada saat matahari, bulan, dan bumi ini berada pada satu garis lurus, saat itu bulan tengah melintas diantara matahari dan juga bumi. Maka untuk beberapa saat, cahaya matahari yang menuju ke bumi akan terhalang oleh bayangan bulan seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Dan ketika fase total itu terjadi yakni bulan menutupi matahari, maka akan tampak corona matahari yang seperti menjulur dari pinggir bagian yang ditutupi oleh bulan tersebut.
Gerhana matahari sendiri ketika akan menuju total maka melalui beberpa tahapan terlebih dahulu.

  1. Awalnya ketika detik- detik dan belum terjadi apa- apa, kita akan merasakan dan melihat bahwa langit biru yang cerah akan sedikit tampak redup seperti kehilangan satu level kecerahannya.
  2. Kemudian ketika akan memulai proses gerhaana, akan datang bayangan hitam yang perlahan- lahan menuju matahari. Bayangan hitam tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah bayangan bulan yang akan menutupi matahari tersebut.
  3. Selanjutnya bayangan bulan yang terlihat berwarna hitam yang baru saja kelihatan berukuran kecil tersebut akan semakin besar dan akan semakin meutupi matahari yang bersinar dengan terang sehingga matahari perlahan lahan akan tampak menyabit.
  4. Setelah itu matahari yang sudah menyabit tersebut akan semakin tertutup hingga bayangan hitam tersebut menutup seluruh matahari. Nah, fase inilah yang dikenal dengan istilah gerhana matahari total. Pada tahap atau fase inilah seluruh permukaan bumi yang dilintasi bulan tersebut akan menjadi gelap gulita seperti malam hari dengan tiba- tiba. Namun gelap inipun hanya terjadi beberapa menit saja. Pada fase ini juga ketika kita melihat ke matahari maka matahari hanya akan terlihat pinggirannya saja atau terlihat bagian koronanya yang seperti menjulur- julur. Pada fase ini juga sinar radiasi matahari yang sampai bisa dirasakan ke bumi akan sangat berbahaya. Sinar radiasi ini akan bisa mengenai mata ketika kita dengan mata telanjang atau kacamata biasa menlihat proses gerhaa tersebut dengan mata telanjang dan tanpa pengaman khusus sama sekali. Maka dari itu, bagi orang- orang yang ingin menyaksikan gerhana matahari secara langsung harus menggunakan kacamata anti radiasi agar nantinya mata dari si penglihat tersebut bisa terlindungi.
  5. Setelah melewati fase gerhana matahari total, maka secara perlahan- lahan bayangan bulan yang berwarna hitam tersebut akan meinggalkan matahari dan matahari akan nampak seperti menyabit kembali.
  6. Setelah matahari menyabit untuk kedua kalinya, maka bayanag bulan yang berwarna hitam tersebut semakin lama akan semkin hilang, sehingga matahari akan kembali bersinat tanpa dihalangi oleh satu apapun. Dan pada waktu yang seperti ini kondisi di bumi sudah menjadi terag seperti semula dan manusia sudah bisa lagi merasakan hangatnya terpaan sinar matahari.
Itulah fase- fase atau prosesi terjadinya gerhana matahari dari awal hingga akhir. Jadi gerhana matahari ini dari awal atau detik- detik tertutupnya matahari oleh bayang bulan hingga hilangnya bulan dan menjauhi matahari ini bila ditotal akan memakan waktu cukup lama meskipun gerhanaya sendiri hanya membutuhkan beberapa menit saja. Namun seberapapun lamanya terjadinya gerhana matahari ini, yang pasti gerhana matahari mampu menyihir sebagian penduduk bumi untuk terkagum- kagum melihat fenomena alam yang sangat menakjubkan tersebut.

Jenis-jenis Gerhana Matahari

sponsored links
 Gerhana matahari ini secara umum dipecah-pecah menjadi beberapa jenis. Hal ini mengacu pada proses terjadinya gerhana matahari tersebut seperti yang sudah kita bahas di atas dan juga mengacu pada jarak dari matahari dengan bumi dan juga bulan dengan bumi. Karena adanya- fase- fase gerhana matahari dari awal hingg akhir, maka akan menyebabkan beberapa penyebutan gerhana matahari itu sendiri. Adanya penyebutan gerhana matahari ini sehingga dipecah menjadi beberapa jenis tidak lain juga karena gerhana matahari yang sedang terjadi akan dilihat berbeda- beda oleh beberapa kota. Misalnya di kota A akan terjadi gerhana total, maka belum tentu di kota B juga kan melihat gerhana total. Bisa saja di kota B hanya gerhana matahari parsial atau sebagian saja. Maka hal inilah perlu diadakan pemilahan jenis gerhana matahari. Secara umum, gerhana matahari dapat dibedakan menjadai empat jenis. Hal ini di dasarkan pada fase- fase terjadinya gerhana matahari. Empat jenis gerhana matahari ini ini saling berkaitan atau bersambung antara satu dengan yang lainnya. Berikut adalah jenis- jenis gerhana matahari  yang tebagi menjadi empat:
  1. Gerhana matahari total
Gerhana matahari tital ini terjadi apabila saat puncak gerhana, piringan matahari ditutup sepenuhnya oleh piringan bulan.  Pada saat itu piringan bulan terlihat sama besar atau bahkan lebih besar dari piringan matahari . ukuran piringan matahari dan juga piringan bulan sendiri berubah- ubah. Hal ini tergantung pada masing- masing jarak bumi dengan bulan dan juga jarak bumi dengan matahari.
  1. Gerhana matahari sebagian
Gerhana matahari sebagian ini terjadi apabila piringan bulan di saat puncak gerhana hanya menutup sebagian dari piringan matahari saja. Pada fase gerhana ini selalu ada bagian dari piringan matahari yang tidak tertutup oleh piringan bulan.
  1. Gerhana matahari cicin
Gerhana matahari cincin ialah gerhana matahari yang terjadi apabila piringan bulan pada saat puncak gerhana hanya menutup sebagian dari piringan matahari. Gerhana jenis ini terjadi apabila ukuran piringan bulan lebih kecil daripada piringan matahari. Sehingga ketika pringan bulan berda di depan piringan matahari, tidak semua piringan matahari akan tertutup oleh piringan dari bulan. Dan bagian dari piringan matahari yang tidak tertutup oleh piringan bulan ini berada di sekeliling piringan bulan sehingga terlihat menyerupai cincin yang bercahaya. Itu sebabnya gerhana ini dinamakan gerhana matahari cincin.
  1. Gerhana matahari hibrida
Gerhana matahari hibrida adalah gerhana matahari yang bergesar antara gerhana matahari total dan juga gerhana matahari cincin. Pada titik tertentu di permukaan bumi, gerhana ini muncul sebgai gerhana matahari total, sementara pada titik- titik lain muncul sebagai gerhana matahari cincin. Gerhana hibrida ini relatif jarang terjadi.
Itulah beberapa jenis gerhana matahari yang kita temui di  lapisan atmosfer bumi. Perbedaan gerhana- gerhana tersebut terjadi karena fase dari gerhana matahari sendiri maupun karena jarak dari bumi dan matahari serta bumi ke bulan.
Cara Mengamati Gerhana Matahari
Momen gerhana marahari merupakan momen yang sangat langka, sehingga banyak orang akan meluangkan waktunya untuk menyaksikan momen berharga yang menakjubkan ini. Momen gerhana matahari ini muncul dalam rentang waktu yang sangat panjang dan hanya berlangsung beberapa menit saja. Hal ini yang menyebabkan momen ini tidak boleh atau sayang untuk dilewatkan dan sangat berharga untuk diabadikan baik dalam bentuk gambar maupun video. Banyak orang rela berkumpul di suatu tempat strategis tertentu yang sekiranya dapat digunakan untuk melihat gerhana matahari dengan jelas. Namun sangat disayangkan banyak orang yang melihat gerhana matahari tanpa satu pengamanan apapun. Mereka melihat gerhana matahari hanya dengan mata telanjang.
Tahukah Anda bahwa melihat gerhana matahari dengan meata telanjang sangat tidak dianjurkan? Hal ini akan menyebabkan kesehatan mata menjadi terganggu, bahkan tidak jarang banyak penglihatan yang menjadi rusak karena kesalahan dalam melihat gerhana matahari ini. Banyak para tokoh maupun ilmuwan, bahkan dokter yang sudah menghimbau pada masyarakat untuk tidak melihat gerhana matahari menggunakan mata telanjang pada jauh- jauh hari sebelum terjadinya gerhana matahari ini. Pasalnya, saat terhjadi gerhana matahari, sinar radiasi dari matahari akan mudah sampai ke mata kita yang ada di bumi. Melihat secara langsung ke area fotosfer matahari atau bagian cincin terang dari matahari dapat membahayakan karena dapat mengakibatkan kerusakan permanen pada retina mata. Kerusakan permanen pada retina mata ini dapat terjadi karena adanya radiasi yang tinggi yang tidak terlihat oleh mata kita yang dipancarkan dari fotosfer matahari tersebut. Bahkan jika diteruskan, kerusakan pada retina mata tersebut dapt menjadikan kebutaan.
Cahaya dari sinar matahari yang memiliki intensitas sangat tinggi bisa merusak retina yang letaknya ada di belakang bola mata. Dan kondisi yang demikian ini dikenal dengan istilah solar retinopathy dan mampu menyebabkan kerusakan mata yang permanen. Pupil yang berada di lensa mata tidak bisa bereaksi dengan tepat ketika kita berada dalam kondisi level kontras yang tinggi, seperti pada saat terjadi gerhana matahari ini, ketika tiba- tiba langit di sekitar kita berubah menjadi gelap. Bagian pengatur cahaya yang masuk ke mata denga cara mengatur  lebar bukaan iris itu bekerja dengan mengukur cahaya keseluruhan yang berada di lingkungan sekitar, dan bukan obyek yang paling terang. Sehingga ketika memandang gerhana matahari yang diselimuti langit gelap pupil mata justru akan melebar sehingga jumlah cahaya yang masuk dan terfokus di retina mata menjadi meningkat jumlahnya.
Padahal intensitas cahaya di bagian matahari yang tidak tertutup piringan bulan pada saat gerhana (baik gerhana total maupun gerhana matahari cincin) sama dengan waktu- waktu biasanya. Cahaya  yang kuat dari matahari pun bebas masuk ke mata tanpa dapat dicegah dan sekaligus mulai merusak retina mata. Proses ini berlangsung secara alamiah tanpa adanya rasa sakit sehingga seringkali membuat orang menjadi tidak sadar bahwa matanya telah dirusak oleh cahaya atau sinar yang dia lihat ketika terjadi gerhana matahari. Dan banyak orang yang tidak menyadari akan hal ini jika tidak disampaikan informasi tentang hal ini.

Daftar lagu daerah Indonesia


Daftar lagu daerah Indonesia



No

Nama Lagu Asal Daerah
1 Ambon Manise Maluku
2 Ammac Ciang Sulawesi Selatan
3 Ampar-Ampar Pisang Kalimantan Selatan
4 Anak Daro Sumatera Barat
5 Anak Kambing Saya Nusa Tenggara Timur
6 Anak Kukang Sulawesi Selatan
7 Anging Mamiri Sulawesi Selatan
8 Anju Ahu Sumatera Utara
9 Apuse Papua
10 Ati Raja Sulawesi Selatan
11 Ayam Den Lapeh Sumatera Barat
12 Ayo Mama Maluku
13 Badindin Sumatera Barat
14 Bajing Luncat Jawa Barat
15 Bapak Pucung Jawa Tengah
16 Barek Solok Sumatera Barat
17 Batanghari Jambi
18 Batti'batti Sulawesi Selatan
19 Bebalon Kalimantan Utara
20 Bolelebo Nusa Tenggara Timur
21 Bubuy Bulan Jawa Barat
22 Buka Pintu Maluku
23 Bungong Jeumpa Aceh
24 Burung Kakatua Maluku
25 Burung Tantina Maluku
26 Butet Sumatera Utara
27 Cik Cik Periuk Kalimantan Barat
28 Cangget Agung Lampung
29 Cikala Le Pongpong Sumatera Utara
30 Cing Cangkeling Jawa Barat
31 Cublak-cublak Suweng Jawa Tengah
32 Cuk Mak Ilang Sumatera Selatan
33 Dabu-Dabu Gorontalo
34 Dago Inang Sarge Sumatera Utara
35 Dayung Palinggam Sumatera Barat
36 Dayung Sampan Banten
37 Dek Sangke Sumatera Selatan
38 Desaku Nusa Tenggara Timur
39 Dewa Ayu Bali
40 Dodoi Si Dodoi Jambi
41 E Mambo Simbo Papua
42 Es Lilin Jawa Barat
43 Esa Mokan Sulawesi Utara
44 Gadis Taruna Sulawesi Utara
45 Gai Bintang Jawa Timur Madura
46 Gambang Suling Jawa Tengah
47 Ganrang Pakarena Sulawesi Selatan
48 Gek Kepriye Jawa Tengah
49 Gelang Sipaku Gelang Sumatera Barat
50 Goro-Goro Ne Maluku
51 Gundhul Pacul Jawa Tengah
52 Gunung Salahatu Maluku
53 Hela Rotan Maluku
54 Helele U Ala De Teang Nusa Tenggara Barat
55 Huhatee Maluku
56 Lir-Ilir Jawa Tengah
57 Indung-Indung Kalimantan Timur
58 Injit-Injit Semut Jambi
59 Jali-Jali Jakarta
60 Jamuran Jawa Tengah
61 Jaranan Jawa Tengah
62 Jereh Bu Guru Banten
63 Ka Parak Tingga Sumatera Barat
64 Kabile-Bile Sumatera Selatan
65 Kalayar Kalimantan Tengah
66 Kambanglah Bungo Sumatera Barat
67 Kampuang Nan Jauh Di Mato Sumatera Barat
68 Kaparak Tingga Sumatera Barat
69 Kembang Malathe Jawa Timur
70 Keraban Sape Jawa Timur
71 Keroncong Kemayoran Jakarta
72 Ketabo Sumatera Utara
73 Kicir-Kicir Jakarta
74 Kole-Kole Maluku
75 Kutang Barendo Sumatera Barat
76 Lah Laruik Sanjo Sumatera Barat
77 Lalan Belek Bengkulu
78 Lancang Kuning Riau
79 Leleng Ma Hupaima Sumatera Utara
80 Lembah Alas Aceh
81 Lembe-lembe Maluku
82 Lenggang Kangkong Jakarta
83 Lerang Wutun Nusa Tenggara Timur
84 Lipang Lipandang Lampung
85 Lisoi Sumatera Utara
86 Ma Rencong Sulawesi Selatan
87 Macepet Cepetan Bali
88 Madekdek Magambiri Sumatera Utara
89 Mak Inang Sumatera Barat
90 Malam Baiko Sumatera Barat
91 Mande-mande Maluku
92 Manuk Dadali Jawa Barat
93 Marencong-rencong Sulawesi Selatan
94 Mariam Tomong Sumatera Utara
95 Mejangeran Bali
96 Meyong-Meyong Bali
97 Moree Nusa Tenggara Barat
98 Naik-Naik Ke Puncak Gunung Maluku
99 Naluya Kalimantan Tengah
100 Nasonang Dohita Nadua Sumatera Utara
101 Neng Geulis Jawa Barat
102 Nenun Jawa Barat
103 Ngusak Asik Bali
104 Nona Manis Siapa Yang Punya Maluku
105 O Ina Ni Keke Sulawesi Utara
108 Oh Adingkoh Kalimantan Timur
109 Ondel Ondel Jakarta
110 O Nina Noi Nusa Tenggara Timur
111 O Ulate Maluku
112 Ole Sioh Maluku
113 Orere Nusa Tenggara Timur
114 Orlen-orlen Nusa Tenggara Barat
115 O'pio Sumatera Utara
116 Ocu Maantau Riau
117 Pai Mura Rame Nusa Tenggara Barat
118 Palu Lempong Popi Kalimantan Tengah
119 Pakarena Sulawesi Selatan
120 Paku Gelang Sumatera Barat
121 Panon Hideung Jawa Barat
122 Paris Barantai Kalimantan Selatan
123 Peia Tawa-Tawa Sulawesi Tenggara
124 Pepepling Jawa Barat
125 Peuyeum Bandung Jawa Barat
126 Pileuleuyan Jawa Barat
127 Pinang Muda Jambi
128 Pinang Sendawar Kalimantan Utara
129 Piso Surit Sumatera Utara
130 Pitik Tukung Yogyakarta
131 Potong Bebek Angsa Nusa Tenggara Timur
132 Putri cening Ayu Bali
133 Rambadia Sumatera Utara
134 Rang Talu Sumatera Barat
135 Rasa Sayange Maluku
136 Ronggeng Jakarta
137 Sajojo Papua
138 Sansaro Sumatera Barat
139 Sapu Nyere Pegat Simpai Jawa Barat
140 Saputangan Bapuncu Ampat Kalimantan Selatan
141 Sarinande Maluku
142 Saule Maluku
143 Say Selamat Masinegar Sumatera Utara
144 Sayang Kene Maluku
145 Selendang Mayang Jambi
146 Sengko-sengko Sumatera Utara
147 Seringgit Dua Kupang Sumatera Barat
148 Si Patokaan Sulawesi Utara
149 Sigulempong Sumatera Utara
150 Sik Sik Sibatumanikam Sumatera Utara
151 Sinanggar Tulo Sumatera Utara
152 Sing Sing So Sumatera Utara
153 Sinom Yogyakarta
154 Sirih Kuning Jakarta
155 Sitara Tillo Sulawesi Utara
156 Siwalima Arika Maluku
157 Soleram Riau
158 Sory Ya Katulla Sumatera Utara
159 Sudah Berlayar Maluku
160 Sungai Suci Bengkulu
161 Surilang Jakarta
162 Suwe Ora Jamu Yogyakarta
163 Tahanusangkara Sulawesi Utara
164 Tak Tong-Tong Sumatera Barat
165 Tan Mahurang Sulawesi Utara
166 Tana Wolio Sulawesi Tenggara
167 Tanase Maluku
168 Tanduk Majeng Jawa Timur Madura
169 Tari Bali Bali
170 Tari Payung Sumatera Barat
171 Tari Tanggai Sumatera Selatan
172 Tarutung Na Uli Sumatera Utara (Tapanuli Utara)
173 Te Kate Dipanah Yogyakarta
174 Tebe Onana Nusa Tenggara Barat
175 Timang-Timang Anakku Sayang Jambi
176 Tokecang Jawa Barat
177 Toki Tifa Maluku
178 Tondok Kadadiangku Sulawesi Tengah
179 Tope Gugu Sulawesi Tengah
180 Tumpi Wayu Kalimantan Tengah
181 Tuyang Kalimantan Utara
182 Tong Sarakah Banten
183 Umang-umang Bengkulu
184 Waktu Hujan Sore-sore Maluku
185 Warung Pojok Jawa Barat
186 Yamko Rambe Yamko Papua
187 Zapin Laksmana Raja di Laut Riau
188 Zapin Pantai Solop Riau
189 Manasai Kalimantan Tengah
190 Oh Indang Oh Apang Kalimantan Tengah
191 Binde Biluhuta Gorontalo
192 Bawi Kuwu Kalimantan Tengah
193 Ratu Anom Bali
194 Tutu Koda Nusa Tenggara Barat
195 Tanoh Lado Lampung
196 Sang Bumi Ghuwai Jughai Lampung
197 Bumi Lampung Lampung
198 Sakai Sambayan Lampung
199 Rek Ayo Rek Jawa Timur
200 Nuluya Kalimantan Tengah
201 Aek Kapuas Kalimantan Barat
202 Masjid Jami' Kalimantan Barat
203 Alon-Alon Kalimantan Barat
204 Kapal Belon Kalimantan Barat
205 Seminung Lampung
206 Muloh Tungga Lampung
207 Penyandangan Lampung
208 Anak Tupai Lampung
209 Adi-adi Laun Lambar Lampung
210 Kelayar Kalimantan Tengah
211 Padhang Wulan Jawa Tengah
212 Moholunga Gorontalo
213 Tahuli Li Mama Gorontalo
214 Badminton Jawa Barat
215 Bandung Jawa Barat
216 Cinta Nusa Jawa Barat
217 Colenak Jawa Barat
218 Lingkung Lembur Jawa Barat
219 Raden Dewi Sartika Jawa Barat
220 Reumbeuy Bandung Jawa Barat
221 Sabilulungan Jawa Barat
222 Nyok Miak Bangka Belitung

  sumber: wikipedia

Nama-nama Tarian Tradisional di Indonesia

Nama-nama Tarian Tradisional di Indonesia

Nama-nama Tarian Tradisional di Indonesia Beserta Daerah Asalnya

  1. Tarian yang berasal dari Provinsi Nangroe Aceh Darusalam seperti Tari Seudati, Tari Saman Meusekat, dan lainnya.
  2. Tarian yang berasal dari Provinsi Sumatera Utara seperti Tari Serampang Dua Belas, Tari Tor-tor dan yang lainnya.
  3. Tarian yang berasal dari Provinsi Sumatera Barat seperti Tari Piring, Tari Payung dan yang lainnya.
  4. Tarian yang berasal dari Provinsi Riau seperti Tari Tandak, Tari Makan Sirih, dan yang lainnya.
  5. Tarian yang berasal dari Provinsi Kepulauan Riau seperti Tari Serampang Dua Belas, dan yang lainnya.
  6. Tarian yang berasal dari Provinsi Jambi seperti Tari Sekapur Sirih, Tari Selampir Delapan, dan yang lainnya.
  7. Tarian yang berasal dari Provinsi Bengkulu seperti Tari Andun, Tari Bidadari Teminang Anak, dan lainnya.
  8. Tarian yang berasal dari Provinsi Sumatera Selatan seperti Tari Tanggai, Tari Putri Bekhusek, dan yang lainnya
  9. Tarian yang berasal dari Provinsi Bangka Belitung seperti Tari Campak dan yang lainnya.
  10. Tarian yang berasal dari Provinsi Lampung seperti Tari Jangget, Tari Melinting, dan yang lainnya.
  11. Tarian yang berasal dari Provinsi Banten seperti Tari Merak, Tari Cokek, dan yang lainnya.
  12. Tarian yang berasal dari Provinsi DKI Jakarta seperti Tari Topeng, Tari Yopong, dan lainnya.
  13. Tarian yang berasal dari Provinsi Jawa Barat seperti Tari Jaipong, Tari Topeng Kuncaran, Tari Merak, dan yang lainnya.
  14. Tarian yang berasal dari Provinsi Jawa Tengah seperti Tari Serimpi, Tari Blambang Cakil, dan yang lainnya.
  15. Tarian yang berasal dari Provinsi DI Yogyakarta seperti Tari Serimpi Sanggu Pati, Tari Bedhaya, dan yang lainnya.
  16. Tarian yang berasal dari Provinsi Jawa Timur seperti Tari Remong, Tari Reog Ponorogo, dan yang lainnya.
  17. Tarian yang berasal dari Provinsi Bali misalnya Tari Legong, Tari Kecak, Tari Pendet, dan lainnya.
  18. Tarian yang berasal dari Provinsi Nusa Tenggara Barat seperti tari Mpa Lenggogo, Tari Gandrung, dan yang lainnya.
  19. Tarian yang berasal dari Provinsi Nusa Tenggara Timur seperti Tari Perang, Tari Caci, dan yang lainnya.
  20. Tarian yang berasal dari Provinsi Kalimantan Barat seperti Tari Monong, Tari Zapin Tembung, dan yang lainnya.
  21. Tarian yang berasal dari Provinsi Kalimantan Tengah seperti Tari Tambun dan Bungai, Tari Balean Dadas, dan yang lainnya.
  22. Tarian yang berasal dari Provinsi Kalimantan Selatan seperti Tari Baksa Kembang, Tari Radab Rahayu, dan yang lainnya.
  23. Tarian yang berasal dari Provinsi Kalimantan Timur seperti Tari Gong, Tari Perang, dan yang lainnya.
  24. Tarian yang berasal dari Provinsi Kalimantan Utara seperti Tarian Kancet Ledo, dan yang lainnya.
  25. Tarian yang berasal dari Provinsi Sulawesi Selatan seperti Tari Kipas, Tari Bosara, dan yang lainnya.
  26. Tarian yang berasal dari Provinsi Sulawesi Tengah seperti Tari Lumense, Tari Moduai, Tari Peule Cinde dan yang lainnya.
  27. Tarian yang berasal dari Provinsi Sulawesi Tenggara seperti Tari Balumpa, Tari Dinggu, dan yang lainnya.
  28. Tarian yang berasal dari Provinsi Sulawesi Utara seperti Tari Maengket, Tari Polo dan yang lainnya.
  29. Tarian yang berasal dari Provinsi Sulawesi Barat seperti Tari Toerang Batu, dan yang lainnya.
  30. Tarian yang berasal dari Provinsi Gorontalo seperti Tari Saronde, dan yang lainnya.
  31. Tarian yang berasal dari Provinsi Maluku seperti Tari Lenso, Tari Cakelele, dan yang lainnya.
  32. Tarian yang berasal dari Provinsi Maluku Utara seperti Tari Perang, Tari Nahar Ilaa, dan yang lainnya.
  33. Tarian yang berasal dari Provinsi Papua seperti Tari Selamat Datang, Tari Musyoh, dan yang lainnya.
  34. Tarian yang berasal dari Provinsi Papua Barat seperti Tari Suanggi, Tari Perang Papua, dan yang lainnya.
    Nah itulah nama-nama tarian tradisional di Indonesa beserta dengan nama-nama daerah asal tarian tersebut. Dari data yang tertera diatas tentunya kita bisa menyimpulkan bahwa Indonesia ini kaya akan nilai-nilai budaya salah satunya adalah tarian. Oleh sebab itu kita harus bisa menjaga dan melestarikannya agar senantiasa eksis. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat untuk kamu semua.

5 Cara Merawat Tanaman Hias Bonsai dengan Baik

Cara Merawat Tanaman Hias Bonsai

  • Lakukan penyiraman secara teratur
Untuk menjaga agar tanaman bonsai anda tetap terlihat segar dan tumbuh dengan baik, maka diperlukan tindakan penyiraman air secukupnya secara teratur akan tetapi tidak berlebihan. Apabila anda jarang melakukan penyiraman air pada tanaman bonsai, maka akan membuat tanaman menjadi kering dan layu sehingga bisa membuat tanaman hias bonsai anda mati karena tekstur tanahnya kering.
Penyiraman yang anda lakukan juga harus dilakukan secukupnya, karena hal ini dapat membuat akar tanaman ini membusuk dan menyebabkan jamur tumbuh pada tanaman ini.
Salah satu cara untuk mengetahui level kelembaban tanah pada tanaman bonsai bisa dilakuka dengan menancapkan tusuk gigi pada media tanam apakah tekstur tanah terlalu kering atau basah. Untuk mempermudah lagi anda bisa menanam lumut pada media tanah untuk mengetahui kelembaban tanah.
Bonsai memang perlu dijemur untuk memperoleh cahaya matahari yang cukup untuk foto sintesisnya namu jika terlalu sering terpapar maka tanaman ini bisa rusak. Perlakuan yang tepat dengan penyiraman yang tepat akan membuat tanaman bonsai tumbuh dengan baik dan sehat.
  • Lakukan penggantian pot tanaman bonsai
Pot tanaman bonsai harus berbentuk dangkal dan diganti minimal sekali dalam satu tahun, hal ini bertujuan untuk mensupport pertumbuha akar yang baru pada tanaman bonsai.

Pot yang anda pilih untuk merawat tanaman bonsai harus memiliki lubang agar ketika ada kelebihan air bisa terpancar dari pot sehingga akar tanaman bonsai tidak akan tenggelam oleh air yang bisa membuatnya busuk. Anda juga harus memilih pot yang memiliki ukuran lebih besar untuk mendorong pertumbuhan bonsai.
  • Pemberian pupuk secara rutin
Dosis yang tepat sangat dibutuhkan untuk merawat tanaman bonsai agar tumbuh sehat. Anda bisa melakukan pemupukan sekali dalam sebulan dengan pupuk urea atau NPK dan pupuk daun 3 kali dalam sebulan tergantung kebutuhan bonsai.
  • Pemangkasan bonsai
Dalam memangkas dan membentuk dahan tanaman bonsai sebaiknya anda tidak merawat tanaman bonsai dengan memangkasnya menggunakan gunting melainkan alat yang secara khusus untuk memotong dahan bonsai.

5 Cara Merawat Tanaman Hias Bonsai dengan Baik

 

Cara Merawat Tanaman Hias Bonsai

  • Lakukan penyiraman secara teratur
Untuk menjaga agar tanaman bonsai anda tetap terlihat segar dan tumbuh dengan baik, maka diperlukan tindakan penyiraman air secukupnya secara teratur akan tetapi tidak berlebihan. Apabila anda jarang melakukan penyiraman air pada tanaman bonsai, maka akan membuat tanaman menjadi kering dan layu sehingga bisa membuat tanaman hias bonsai anda mati karena tekstur tanahnya kering.
Penyiraman yang anda lakukan juga harus dilakukan secukupnya, karena hal ini dapat membuat akar tanaman ini membusuk dan menyebabkan jamur tumbuh pada tanaman ini.
Salah satu cara untuk mengetahui level kelembaban tanah pada tanaman bonsai bisa dilakuka dengan menancapkan tusuk gigi pada media tanam apakah tekstur tanah terlalu kering atau basah. Untuk mempermudah lagi anda bisa menanam lumut pada media tanah untuk mengetahui kelembaban tanah.
Bonsai memang perlu dijemur untuk memperoleh cahaya matahari yang cukup untuk foto sintesisnya namu jika terlalu sering terpapar maka tanaman ini bisa rusak. Perlakuan yang tepat dengan penyiraman yang tepat akan membuat tanaman bonsai tumbuh dengan baik dan sehat.
  • Lakukan penggantian pot tanaman bonsai
Pot tanaman bonsai harus berbentuk dangkal dan diganti minimal sekali dalam satu tahun, hal ini bertujuan untuk mensupport pertumbuha akar yang baru pada tanaman bonsai.

Pot yang anda pilih untuk merawat tanaman bonsai harus memiliki lubang agar ketika ada kelebihan air bisa terpancar dari pot sehingga akar tanaman bonsai tidak akan tenggelam oleh air yang bisa membuatnya busuk. Anda juga harus memilih pot yang memiliki ukuran lebih besar untuk mendorong pertumbuhan bonsai.
  • Pemberian pupuk secara rutin
Dosis yang tepat sangat dibutuhkan untuk merawat tanaman bonsai agar tumbuh sehat. Anda bisa melakukan pemupukan sekali dalam sebulan dengan pupuk urea atau NPK dan pupuk daun 3 kali dalam sebulan tergantung kebutuhan bonsai.
  • Pemangkasan bonsai
Dalam memangkas dan membentuk dahan tanaman bonsai sebaiknya anda tidak merawat tanaman bonsai dengan memangkasnya menggunakan gunting melainkan alat yang secara khusus untuk memotong dahan bonsai.
cara-merawat-tanaman-hias-bonsai
Karena masing-masing alat mempunyai fungsi yang berbeda semisal membengkokkan dahan, memotong daun, membentuk pohon dll.
Keahlian dan keterampilan sangat dibutuhkan untuk membentuk bonsai menjadi tanaman bernilai seni tinggi dan memikat. Pemangkasan disesuaikan dengan kondisi bonsai dan kebutuhan.
Jika pertumbuhannya cepat anda bisa memotongnya setiap satu bulan, tetapi jika pertumbuhannya lambat maka pemotongan cukup 2-3 bulan sekali.
  • Penyiangan bonsai dari penyakit dan hama
Tindakan penyiangan terhadap tanaman hias bonsai sangat perlu dilakukan agar tanaman hias bonsai dapat terhindar dari hama atau gulma yang dapat mengganggu pertumbuhan bonsai. Jika hal ini diabaikan maka penyakit dan hama bisa merusak dan menyebar keseluruh bonsai.
Untuk menghindari tanaman hias bonsai anda terkena serangan hama seperti Cara Merawat Tanaman Hias Bonsai, anda bisa menyemprotkan insektisida.
Dengan melakukan cara merawat tanaman hias bonsai diatas secara tepat dan rutin maka anda akan memperoleh tanaman bonsai yang tumbuh dengan baik dan memiliki bentuk yang indah sesuai dengan keinginan anda.

cara menolong orang tenggelam

Menolong Orang Tenggelam

Musibah bisa datang kapan dan dimana saja, salah satunya adalah tenggelam di air. Jika suatu saat Anda mendapati teman atau orang lain tenggelam di air, maka selain harus menolong korban tenggelam anda juga harus memikirkan keselamatan Anda agar jangan ikut tenggelam di air.
Berikut adalah cara yang tepat dan benar menolong orang tenggelam :

1. Jangan Panik.

Tenangkan diri, Kepanikan akan membuat Anda berbuat salah dalam menolong korban tenggelam. Maksud hati menolong orang, malah Anda sendiri juga menjadi korban tenggelam bersama orang yang akan sedang Anda selamatkan.

Beberapa kasus kesalahan yang mengakibatkan penolong juga menjadi korban tenggelam :

a. Penolong tidak bisa berenang dan berusaha menjangkau orang tenggelam, akibatnya korban dan penolong sama-sama tenggelam.

b. Penolong bisa berenang namun menolong orang tenggelam bukanlah pekerjaan mudah, sekali Anda dipegang orang yang tenggelam yang panik maka jangan harap dia akan melepaskan peganganya kepada Anda. Andapun akan sangat kesulitan bertahan walaupun Anda sebetulnya bisa berenang, dan ikut tenggelam bersamanya.
Melumpuhkan atau membuat korban pingsan adalah cara terakhir menyelamatkan orang tenggelam agar si penolong yang bisa berenang bisa dengan leluasa menarik korban ke atas air.

2. Berteriak Minta Tolong.

Berteriaklah agar orang lain mendengar dan mengetahui ada orang tenggelam. Semakin banyak orang semakin mudah menyelamatkan sang korban.

3. Gunakan Barang.

Lemparkan pelampung atau barang-barang yang mengambang di air agar dipegang oleh orang yang tenggelam tersebut. Bisanya orang yang tenggelam akan memegang barang apa saja yang ada dijangkauan tanganya, apakah itu rumput, kayu, dan barang apa saja yang didekatnya.
Cari kayu atau tali dan ulurkan kepada korban agar dipegang dan Anda dapat menarik korban tenggelam ketempat yang aman.

4. Buang Air.

Jika korban telah pingsan, bantulah korban untuk mengeluarkan air dari tubuhnya, agar air keluar paru-paru korban dan korban bisa leluasa bernafas.

5. Nafas Buatan.

Jika korban tidak menunjukan tanda-tanda bernafas, bantu dengan memberikan pernafasan buatan kepada korban dengan mulut Anda.

6. Bawa Ke Petugas Medis.

Cepat bawa korban tenggelam ke Petugas medis yang bisa memberikan pertolongan yang benar kepada korban. Kita tidak tahu kerusakan apa saja yang dialami oleh organ tubuh seperti paru-paru dan otak korban.